Saturday, 7 February 2015

  Tiba-tiba, di Kota Malang, tempat saya tinggal, kata “loro pikir” menjadi populer di kalangan remaja. Entah apa artinya. Saya juga bingung. Tapi, kalau kedua kata tersebut diartikan secara harfiah, artinya sakit pikiran. Mungkin maksudnya sakit jiwa. Entahlah, yang jelas, kata tersebut digunakan oleh banyak remaja yang sakit. Mulai dari remaja sakit gigi, remaja sakit flu, hingga remaja yang giginya sakit flu.

  Pada awalnya, saya kira kata loro pikir sudah ditemukan oleh nenek moyang dari orang-orang jawa berabad-abad lalu. Akan tetapi, dugaan saya salah. Loro pikir ternyata tercipta di zaman sekarang. Zaman ketika semuanya serba instan, termasuk buang air besar yang sekarang bisa instan dan mudah. Tinggal duduk, mengejan, lalu tiriskan.

  Kata loro pikir sudah cukup ngehits di daerah saya. Hampir sama seperti istilah “sakitnya tuh disini” bahkan, saya yakin kata loro pikir bisa menjadi kata yang menasional seperti kata aku rapopo. Bahkan, bisa saja ada lagu berjudul loro pikir, sama seperti “sakitnya tuh disini” yang akhirnya lagunya populer karena istilahnya lebih dulu terkenal.

  Saya bingung, istilah loro pikir sebenarnya memiliki makna apa? Akhirnya, saya bertanya kepada salah satu pakar yang paling loro pikir di Kota Malang. Sebut saja Namanya Juki, memang nama sebenarnya. Kata Pak Juki, loro pikir adalah ungkapan untuk orang gila yang tidak waras. Karena, istilah wong edan atau wong gendeng dianggap terlalu kasar. Akhirnya, terciptalah istilah wong sing loro pikir agar bahasanya lebih halus. Dan istilah tersebut hanya digunakan untuk orang gla yang tidak waras. Karena orang gila yang waras hampir mustahil ditemukan di dunia ini.

  Kabupaten Malang memiliki rumah sakit yang cukup terkenal di Jawa Timur. Nama rumah sakitnya, Rumah Sakit Jiwa dr Radjiman Wediodiningrat. Rumah sakit tersebut adalah tempat perawatan orang yang sakit jiwa. Kalau tempat perawatan orang sakit wasir pasti bernama “Rumah Sakit Wasir” sedangkan tempat perawatan orang yang sakit kutil menahun namanya adalah “Rumah Sakit Kutil” di RSJ dr Radjiman Wedioningrat, atau lebih sering disebut RSJ Lawang, diperkirakan terdapat ratusan atau bahkan ribuan pasien loro pikir. Karena itulah, saya tidak pernah mengunjungi RSJ Lawang. Karena dengan satu orang gila saja saya takut, apalagi dengan ribuan orang gila. Ketakutan saya terhadap orang gila bisa dilihat di sini.

Ini logo RSJ Lawang


  Loro pikir memang berbahaya, tetapi masih bisa dihindari. Ada beberapa cara menghindari terjadinya loro pikir ke dalam kehidupan Anda, yang pertama adalah tetaplah waras, karena orang yang tidak waras pasti mengalami loro pikir. Sedangkan orang waras pastilah tahes pikir atau arti harfiahnya sehat pikiran. Yang kedua adalah, jangan menjadi orang gila, karena orang gila adalah orang yang gila tetapi tidak waras. Dan tentunya juga mengalami loro pikir. Itulah dua cara menghindari loro pikir. Kuatkan iman, jernihkan pikiran, dan sucikan hati. Karena loro pikir bisa menjangkiti Anda sewaktu-waktu.

0 comments:

Post a Comment